JAY LOO MENJADI PEMENANG GELANG EMAS WSOP PERTAMA ASAL MALAYSIA

Australia sangat bersahabat dengan pemain poker asal Malaysia.

Sebelum 2013 Anda akan sulit sekali menemukan seorang pemain asal Malaysia dengan nilai turnamen yang besar. Kemudian Mervin Chan mengklaim tujuh angka saat dia memenangkan Aussie Millions dan dari sana, semakin banyak orang Malaysia bermain poker di wilayah ini.

Sekarang, di WSOP APAC 2014, Malaysia memiliki pahlawan baru dan dia bernama Junzhong Loo.

Untuk kemenangannya di Event 2: $ 2.200 No Limit Hold’em, Loo mendapatkan $ 107.500 dan sekarang dia akan berada dalam sejarah poker sebagai pemenang gelang emas WSOP pertama asala Malaysia.

Ketika di tanya setelah kemenangannya jika dia adalah pemain poker profesional, Loo yang berusia 27 tahun menjawab, ‘seperti itu’, tapi dia ‘berusaha menjauh dari poker.’

Tentu Anda akan berpikir bahwa gelang emas akan mengubah pikiran pemain. Tapi untuk Loo justru sebaliknya.

‘Sebenarnya, ku katakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa menyerah dalam permainan poker sampai aku mendapatkan sebuah gelang emas,’ lanjut Loo. ‘Jadi saya benar-benar bekerja keras selama tiga bulan terakhir dan berharap bisa beruntung dan menang.’

Dan memenangkan sebuah gelang emas yang telah dia lakukan.

Kemungkinannya tidak telalu menguntungkan untuk pemain Malaysia di awal meja final. Seperti acara pertama WSOP APAC, Event 2 cukup menjadi urusan Australia. Loo memang punya satu rekan senegaranya di meja Aik-Chuan Nee dan kemungkinan gelang emas tersebut akhirnya akan condong ke Malaysia begitu keduanya bertarung untuk mendapatkan gelang emas.

‘Saya telah banyak bermain dengan Aik-Chuan, jadi ini bisa menghilangkan stres, karena saya akan bahagia jika dia menang,’ kata Loo. ‘Tapi tentu saja, saya masih ingin menang. Saya sudah banyak bermain dengannya. Sebenarnya, saya memasukkannya ke dalam poker dan mengajarkan kepadanya cara bermain poker.’

Jadi seorang guru mengalahkan seorang murid.

Loo memulai permainannya sebagai salah satu dari 215 pemain dalam turnamen tiga hari WSOP APAC, bertanding untuk mendapatkan total hadiah sebesar $ 430.000.

Pada akhirnya ada 31 orang yang bertahan pada hari pembukaan acara tersebut. Ketika para pemain kembali keesokan harinya beberapa dari mereka memiliki tujuan sederhana yang sama: Pertama dan terutama, untuk menghasilkan uang. Kedua, mencari tempat di meja akhir.

Aik-Chuan Nee akan memenuhi kedua tujuan ini dan bahkan termasuk dalam 23 orang lainnya untuk menghasilkan uang saat ia mengirim pemain asal Makau Steven Zhou ke bangku penonton.

Ada beberapa pemain poker terkemuka yang menghasilkan uang dan bertujuan mendapatkan sebuah tempat di sembilan final, termasuk pemain November Nine 2012 Russell Thomas dan pemenang gelang WSOP dua kali Dan Heimiller. Thomas akhirnya menjadi yang pertama di eliminasi di tempat ke 24, sementara Heimiller mendekatinya, tapi hanya bisa berada di posisi ke-11.

Begitu Heimiller keluar dari arena, sepuluh pemain yang tersisa bergabung untuk tabel final ‘tidak resmi’ dan rencananya akan berhenti istirahat selama satu hari setelah satu pemain lagi tersingkir.

Tapi semua nya tidak berjalan sesuai rencana.

Tak lama setelah bermain sepuluh putaran mulai Aik-Chuan Nee mengeluh bahwa dia merasa sakit dengan nyeri dada dan kegelisahan yang jelas. Direktur Turnamen WSOP Jack Effel mengorganisir beberapa bantuan medis untuk Aik-Chuan Nee dan atas kesepakatan simpati dari lawan Aik-Chuan Nee, permainan tesebut di hentikan untuk malam ini.